Sosmed:

Latest Post

Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Thursday, 28 April 2016

Prof KH Ali Mustafa Yaqub meninggal dunia, Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal

Tentang islam - Mantan imam besar Masjid Istiqlal, Prof KH Ali Mustafa Yaqub meninggal dunia. Ali Mustafa meninggal di RS Hermina, Jakarta.


http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.co.id/
Prof KH Ali Mustafa Yaqub meninggal dunia



Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam mengatakan, KH Ali Mustafa meninggal di RS Hermina sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (28/4/2016).

"Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah guru kita Prof KH Ali Mustafa Yaqub pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Semoga amal baik beliau diterima di sisi Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya," kata Asrorun lewat pesan singkatnya kepada detikcom.

KH Ali Mustafa lahir di Kemiri, Batang 02 Maret 1952. KH Ali Mustafa juga merupakan mantan Wakil Ketua Fatwa MUI.

"Dia juga lebih dikenal sebagai salah satu ulama Indonesia ahli hadis yang aktif mendakwahkan Islam moderat hingga ke mancanegara," kata Asrorun.

Saturday, 6 February 2016

Setan pun Takut Dengannya

http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.com/
Umar bin Al-Khaththab



Tentang Islam - Dimasa jahiliyah, ada seorang tokoh kafir Quraisy. Setelah masuk Islam, beliau menjadi tokoh pembela kebenaran. Beliau masuk islam pada tahun keenam dari masa kenabian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa,

“Ya Allah, jayakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang lebih Engkau cintai, ‘Umar bin Al-Khaththab atau Amr bin Hisyam (Abu Jahl)”

Ternyata Allah memilih Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Keislamannya menggetarkan hati orang-orang kafir. Keislamannya mendatangkan kekuatan dan kemuliaan bagi kaum muslimin. Perannya untuk kejayaan islam begitu besar. Allah memisahkan kebenaran dan kebatilan melalui beliau.

Karena itulah beliau dijuluki Al-Faruq yang artinya pemisah atau pembeda.

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuadalah sahabat yang paling utama setelah Abu Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Beliau adalah orang yang sangat takut kepada Allah. Suatu hari dia berkata dengan penuh kesedihan.

“Duhai, seandainya ibuku tidak melahirkan aku ke dunia ini! Celaka aku, seandainya Allah tidak mengampuni dosa-dosaku.”

Sifat tawadhu’ menghiasi dirinya. Beliau adalah manusia yang jauh dari sifat sombong.

Beliau juga adalah laki-laki yang sangat pemberani. Sampai-sampai setan takut bila bertemu dengan beliau. Setan akan memilih jalan lain bila bertemu dengan Umar bin Al-khaththab radhiyallahu ‘anhu.

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah seorang pemimpin yang adil. Beliau sangat memperhatikan rakyatnya. Beliau juga sangat berkasih sayang terhadap rakyatnya.

Pada suatu malam yang dingin, Beliau melihat ada yang menyalakan api. Ternyata ada seorang ibu yang sedang memasak sesuatu di tungku perapian. Dan anak-anak ibu itu berteriak-teriak sambil menangis. Anak-anak itu kelaparan. Ibu itu berusaha menenangkan anak-anaknya. Ibu itu pura-pura memasak. Akhirnya anak-anak itu tertidur.

Umar bin Al-khaththab pun mendatangi ibu itu. Ibu itu tidak tahu kalau yang datang adalah Umar radhiyallahu ‘anhu. Ibu itu berkata,

‘Sungguh Umar telah menelantarkan kami, Umar menyia-nyiakan kami.”

Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mendengar perkataan ibu itu. Beliau bergegas mengambil kantong berisi tepung dan lemak. Kemudian menyerahkannya kepada ibu itu. Akhirnya mereka bisa makan sampai kenyang.

Di saat beliau berusia senja, beliau selalu berdoa kepada Allah Ta’ala,

“Ya Allah, sesungguhnya usiaku telah lanjut dan rakyatku telah tersebar. Ya Allah wafatkanlah aku dalam keadaan tidak menyia-nyiakan mereka.”

Pada tahun 23 Hijriyah beliau terkena musibah. Ketika sedang shalat, beliau ditikam dengan pisau yang besar. Beliau ditikam oleh seorang Majusi, sehingga beliau wafat. Orang Majusi itu bernama Abu Lu’luah

Dikutip dari buku “Kisah 20 Shahabat Peraih Janji Surga”
Penyusun: Abu ‘Umar Ibrohim dan Abu Muhammad Miftah, Penerbit: Hikmah anak Shalih, Yogyakarta

Thursday, 4 February 2016

Presiden Ini Mengancam Akan Menggorok Para Homo atau Gay

Tentang Islam - Mengancam Akan Menggorok Para Homo atau Gay Jika Datang ke Negaranya


http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.com/
Presiden Ini Mengancam Akan Menggorok Para Homo atau Gay



Kampanye anti-gay di Gambia, hukuman mati bagi para penyuka sesama jenis.“Jika Anda melakukan hal tak terpuji itu di Gambia, saya akan menggorok leher Anda. Jika Anda seorang lelaki dan ingin menikahi lelaki lainnya di negara ini, kami akan menangkap Anda, dan tidak seorangpun akan melihat Anda lagi,” ungkapnya dalam pidato seperti yang dikutip dari Vice News.Rakyat Gambia hampir 90 persen beragama Islam, dan negara ini masih dapat bertahan karena bantuan dari negara-negara di Timur Tengah.Pada akhir November tahun lalu, presiden yang berkuasa di Gambia sejak berusia 29 tahun ini mulai mengkampanyekan anti-gay di negaranya dengan memberikan hukuman mati bagi para penyuka sesama jenis.


GAMBIA – Presiden Gambia Yahya Jammeh, mengancam para penyuka sesama jenis, khususnya yang berjenis kelamin laki-laki untuk tidak datang ke negaranya. Pasalnya, Jammeh mengancam akan menggorok leher para homo atau gay itu jika mereka berani menginjakkan kaki di sana.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan negara AS yang justru telah melegalkan nikah sesama jenis.

“Jika Anda melakukan hal tak terpuji itu di Gambia, saya akan menggorok leher Anda. Jika Anda seorang lelaki dan ingin menikahi lelaki lainnya di negara ini, kami akan menangkap Anda, dan tidak seorangpun akan melihat Anda lagi,” ungkapnya dalam pidato seperti yang dikutip dari Vice News.

Jammeh yang berusia 49 tahun ini memang terkenal lantang menyuarakan anti-gay di negaranya. Dalam pidatonya dia menambahkan, tidak ada ‘orang putih’ yang akan menyelamatkan mereka apabila melanggar peraturan di negaranya.

“Tak ada seorang berkulit putih yang dapat melakukan apapun jika hal itu terjadi,” lanjut dia seperti dilansir dari surat kabar Daily Mail, pada Jum’at kemarin.

Orang kulit putih yang dituju adalah warga Uni Eropa dan Amerika. Mereka memotong bantuan ke negara kecil tersebut pada bulan Desember tahun lalu sebesar Rp 205 miliar.

Rakyat Gambia hampir 90 persen beragama Islam, dan negara ini masih dapat bertahan karena bantuan dari negara-negara di Timur Tengah.

Perlu diketahui bersama, para homoseksual yang ketahuan melakukan pernikahan atau melakukan hubungan di Gambia akan dikenakan hukuman penjara selama 14 tahun. Namun, pada akhir November tahun lalu, presiden yang berkuasa di Gambia sejak berusia 29 tahun ini mulai mengkampanyekan anti-gay di negaranya dengan memberikan hukuman mati bagi para penyuka sesama jenis..............

Tuesday, 2 February 2016

Tiga Hari Bersama Calon Penghuni Surga


Dia tidak pernah berbuat curang dan iri hati kepada orang lain.

http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.co.id/
Tiga Hari Bersama Calon Penghuni Surga

Tentang Islam - “Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga.” Ucapan Rasulullah SAW ini serta-merta membuat riuh para sahabat yang tengah berada di masjid. Mereka bertanya-tanya siapa gerangan sang penghuni surga itu. 

Apakah dia salah satu sahabat yang paling rajin shalatnya atau yang paling rajin puasanya? Atau, yang paling banyak sedekahnya atau mungkin yang tak pernah absen dalam jihad?

Tak lama, para sahabat pun melihat seorang laki-laki Anshar dengan wajah basah. Air wudhu menetes dari janggutnya. Tangannya menjinjing sepasang sandal jepit. Tak ada yang spesial secara fisik. 

Para sahabat pun bertanya-tanya alasan apa yang membuat laki-laki tersebut menjadi penghuni surga. Tentu saja itu derajat tinggi yang sangat diinginkan setiap Muslim, apalagi para sahabat Rasul. Mereka semua menginginkan jaminan surga.

Keesokan hari belum terjawab rasa penasaran para sahabat, Rasulullah kembali mengucapkan hal sama. “Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga.” Mereka pun kembali riuh bertanya-tanya, siapa lagi yang dipastikan merasakan nikmat Allah yang kekal. 

Namun, justru laki-laki dengan wajah basah wudhu dan membawa sandal itu lagi yang muncul. Para sahabat semakin bertanya-tanya, namun tak ada satu pun yang berani bertanya pada Rasulullah.

Hingga ketiga kalinya, Rasulullah mengucapkan hal yang sama. Namun, tetap saja yang muncul laki-laki tadi. Para sahabat pun yakin laki-laki itulah calon penghuni surga.

Tapi, tak satu pun sahabat yang mengetahui alasan di balik rahmat Allah memasukkan laki-laki itu dalam golongan yang selamat pada hari akhir. 

Namun, mereka tetap merasa tak enak hati jika menanyakannya hal itu kepada Rasulullah. Tinggallah para sahabat terus dirundung keingintahuan. Salah satu sahabat yang amat penasaran, yakni Abdullah bin Amr bin Ash, memilih inisiatif untuk mencari tahu sendiri.

Hari ketiga setelah Rasulullah mengucapkan hal yang sama, Abdullah bin Amr bin Ash bermaksud mengikuti si laki-laki penghuni surga. Ia pun membuntutinya hingga tiba di rumah laki-laki itu. 

Abdullah berpikir bagaimana cara agar ia dapat mengetahui amalan apa yang mengantarkan pria itu meraih keistimewaan sebagai penghuni surga.

Ia pun kemudian menyapa pria tersebut dan bermaksud meminta izin untuk menginap di rumahnya. Abdullah bermaksud tinggal di sana agar dapat mengetahui amalan si penghuni surga.

“Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Jika boleh, aku ingin tinggal bersamamu selama tiga hari,” ujar Abdullah kepada laki-laki itu. 

Si penghuni surga tersebut dengan senang hati menyambut Abdullah. “Tentu, silakan,” ujarnya gembira. Maka, tinggallah Ibnu Amr di rumah calon penghuni surga itu selama tiga hari.

Selama tinggal di sana, Abdullah mengamati setiap ibadah dan amalan yang dilakukan si calon penghuni surga. Hari pertama, Abdullah tak menemukan adanya amalan spesial dari laki-laki itu. Hari kedua, ibadahnya masih sama, tak ada yang istimewa. 

Hingga hari terakhir, Abdullah tak juga menemukan ibadah yang luar biasa dari si laki-laki yang berhasil meraih keutamaan surga tersebut.

Abdullah hanya melihat ibadah si laki-laki yang biasa,  hanya menjalankan ibadah wajib saja. Di sepertiga malam, pria itu tak pernah bangun shalat Tahajud.

Meski Abdullah bin Amr selalu mendengar laki-laki itu berzikir dan bertakbir acap kali terjaga dari tidur, pria itu baru bangun saat waktu shalat subuh tiba. 

Luput dari shalat malam, pria penghuni surga itu pun tak menjalankan puasa sunnah. Namun, Abdullah juga tak pernah mendengar pria itu berbicara, kecuali ucapan yang baik.

Tiga hari terlewat tanpa menemukan jawaban apa pun. Bahkan, hampir saja Abdullah  meremehkan amalan si penghuni surga jika tak mendapat jawaban sebelum pamit. 

Ketika izin pulang setelah menginap tiga hari, Abdullah mengakui maksudnya untuk mencari keutamaan amalan si laki-laki itu hingga beruntung menjadi salah satu penghuni surga Allah yang dipenuhi segala kenikmatan.

Kepada pria itu Abdullah berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran antara aku dan ayahku. Tujuanku menginap di rumahmu adalah karena aku ingin tahu amalan yang membuatmu menjadi penghuni surga, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah. Aku bermaksud dengan melihat amalanmu itu aku akan menirunya supaya bisa menjadi sepertimu. Tapi, ternyata kau tidak terlalu banyak beramal kebaikan. Apakah sebenarnya hingga kau mampu mencapai sesuatu yang dikatakan Rasulullah sebagai penghuni surga?” tanyanya.

Laki-laki itu pun tersenyum dan menjawab ringan, “Aku tidak memiliki amalan, kecuali semua yang telah engkau lihat selama tiga hari ini.” Jawabannya itu tak memuaskan hati Abdullah ibn Amr. 

Namun, ketika Abdullah melangkah keluar dari rumah, laki-laki tersebut memanggilnya. Ia berkata kepada Abdullah, “Benar, amalanku hanya yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, baik kepada Muslimin ataupun selainnya. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya.”

Mendengarnya perkataan tersebut, takjublah Abdullah bin Amr bin Ash. Ia yakin sifat tak pernah iri, dengki, dan hasad membuat pria itu masuk surga. 

Ia pun malu karena banyak dari Muslimin yang tak memperhatikan akhlak tersebut. Tak hanya ibadah semata yang mengantarkan manusia merasakan surga Allah, tetapi juga amalan kebaikan, termasuk sifat dan akhlakul karimah.

“Kemungkinan amalan inilah yang membuatmu mendapatkan derajat yang tinggi. Ini adalah amalan yang sangat sulit untuk dilakukan,” ujar Abdullah girang mendapat jawaban sekaligus pelajaran berharga.

Tak sia-sia Abdullah menginap tiga hari bersama sang calon penghuni surga. Karena, ia mendapatkan pelajaran yang amat patut dicontoh dirinya maupun Muslimin secara umum.

Berdasarkan kisah tersebut, banyak pelajaran yang dapat dipetik Muslimin. Sifat hasad, baik iri dan dengki, sangat dilarang dalam Islam. 

Bahkan, dari kisah ini tampak seorang yang tak pernah memiliki sifat itu merupakan penghuni surga Allah.

Tentang Islam

Monday, 1 February 2016

NASIHAT IMAM SYAFI'I KEPADA MURIDNYA, YUNUS BIN ABDIL A'LA

Tentang Islam -

http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.co.id/
NASIHAT IMAM SYAFI'I KEPADA MURIDNYA, YUNUS BIN ABDIL A'LA 


يروى أن يونس بن عبد اﻷعلى - أحد طلاب اﻹمام الشافعي - اختلف مع اﻹمام محمد بن إدريس الشافعي في مسألة أثناء إلقائه درساً في المسجد . فقام يونس غاضباً وترك الدرس وذهب إلى بيته !!!

Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i (Imam Asy Syafi'i) saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah..

فلما أقبل الليل ، سمع يونس صوتَ طرقٍ على باب منزله !!
فقال يونس: مَنْ بالباب ؟
قال الطارق: محمد بن إدريس
قال يونس: فتفكرتُ في كل مَنْ كان اسمه محمد بن إدريس إلا الشافعي !!! قال: فلما فتحتُ الباب ، فوجئتُ به !!!


Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk ... Ia berkata : "Siapa di pintu..?"

Orang yang mengetuk menjawab : "Muhammad bin Idris."

Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i..

Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i..

فقال اﻹمام الشافعي: يا يونس تجمعنا مئاتُ المسائل ، أتُفرّقُنا مسألة ؟ فلا تحاول الانتصار في كل الاختلافات .. فكثيراً ما يكون كسبُ القلوب أوْلى من كسب المواقف ، و لا تهدم جسوراً بنيْتَها و عبرتَ عليها ، فربما تحتاجها للعودة يوماً ما !!!

Imam Syafi'i berkata : "Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..?

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat... Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya..

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali.."

حاول دوماً أن تكره الخطأ ، و لا تكرهْ المخطئ ،
كنْ باغضاً للمعصية ، و سامح العاصي ،
انتقد القولَ ، و لكن احترم قائله ،
فمهمّتُنا في الحياة أن نقضي على الأمراض ، لا على المرضى !!!


"Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu..

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas para pelaku kemaksiatan..

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat..

Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit.."

فإذا أتاك المعتذر ... فاصفح ،
و إنْ جاءك المهمومُ ... فأنصتْ له ،
و إنْ قصَدَك المحتاج ... فأعطه مما أعطاك الله ،
و إذا أتاك الناصح ... فاشكره ،
و حتى لو حصدتَ شوكاً يوماً ما ، فكنْ للورد زارعاً و لا تتردد ، فالجزاء عند الودود الكريم أجزل من جزاء البشر !!!


Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan...

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya...

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu..

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu..

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga mawar...

Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan olehn manusia.."

Tentang Islam

Malala Berikan 1,4 Milyar Dolar untuk Pendidikan Anak Pengungsi Suriah



Tentang Islam - PEMENANG Nobel Perdamaian Malala Yousafzai pada hari Ahad (31/1/2016) menyatakan akan berusaha untuk menginspirasi para pemimpin dunia di sebuah konferensi di London pada hari Kamis (4/2/2106). Dirinya akan memberikan dana senilai 1.4 milyar dolar pada tahun ini untuk diberikan kepada anak-anak pengungsi Suriah. Adapun dana tersebut ditujukan untuk akses pendidikan.
“Saya telah bertemu dengan begitu banyak anak-anak pengungsi Suriah, mereka masih dalam pikiran saya. Saya tidak bisa melupakan mereka. Mereka tidak akan dapat pergi ke sekolah selama mereka hidup dan saya tidak bisa menerimanya,” kata Malala dalam sebuah wawancara telepon.
“Kami masih dapat membantu mereka, kita masih bisa melindungi mereka. Mereka belum kalah. Mereka membutuhkan sekolah. Mereka membutuhkan buku. Mereka membutuhkan guru. Ini adalah cara kita dapat melindungi masa depan Suriah,” imbuhnya, dilansir The Star, Senin (1/2/2016).
Beberapa dari 700.000 anak Suriah yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Yordania dan Lebanon serta di negara-negara Timur Tengah lain tidak bersekolah, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Malala Fund.
Kepala negara dan pemerintahan serta menteri dari negara-negara di seluruh dunia akan berkumpul di London dalam konferensi ‘Mendukung wilayah Suriah’. Konferensi ini bertujuan untuk mengumpulkan dana pada krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang Suriah.
Malala adalah seorang aktivis pendidikan remaja Pakistan yang muncul ketika seorang pria bersenjata Taliban menembaknya di kepala saat ia berada di bus sekolahnya pada tahun 2012. Dirinya terus berkampanye perdamaian di balik dunia dan pada tahun 2014 menjadi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian termuda.

Saturday, 30 January 2016

Presiden Yahya Jammeh menyatakan Gambia negara Islam

http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.co.id/
Presiden Yahya Jammeh menyatakan Gambia negara Islam

Tentang Islam - Presiden Yahya Jammeh telah menyatakan Gambia merupakan negara Islam. Meski begitu, hak-hak minoritas tetap dijaga.
Hal itu disampaikan Presiden Jammeh saat berpidato di depan para pendukungnya di Brufut, Kamis lalu.
"Nasib Gambia berada di tangan Allah Mahakuasa. Mulai hari ini, Gambia merupakan negara Islam. Kami akan menjadi sebuah negara Islam yang akan menghormati hak-hak warga negaranya," kata presiden itu yang kutipannya ditemukan di laman kepresidenan.
Dalam kutipan pernyataan dari pidatonya di GRTV, presiden itu tidak memerinci perubahan apa yang terjadi di negaranya, tetapi ia menjamin kembali para pemeluk agama Kristen dan pengikut kepercayaan lain bahwa mereka dapat beribadah dengan bebas.
"Pemeluk agama Kristen akan dihormati. Perayaan Hari Natal akan berlanjut," kata dia, dengan menambahkan bahwa tak seorangpun memiliki hak untuk mencampuri "pandangan hidup" yang lain.
Ia juga memperingatkan usaha untuk memberlakukan cara berbusana atas kaum wanita. "Saya tidak memilih siapapun sebagai polisi Islam. Cara berbusana kaum wanita bukan urusanmu," ujarnya.
Gambia, yang bekas koloni Inggris dan terkenal dengan pantai-pantai berpasir putih, memiliki penduduk hampir dua juta, 90 persen adalah Muslim, delapan persen Kristen dan dua persen lagi penganut kepercayaan pribumi.
Jammeh, 50, adalah mantan perwira militer dan bekas pegulat. Ia telah memerintah negara itu dengan tangan besi sejak ia merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1994. Ia sering terlihat memegang kitab suci Alquran atau tasbih.

Tentang Islam

Monday, 25 January 2016

MENGHARUKAN, BILAL DAN ADZAN TERAKHIRNYA



http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.co.id/
BILAL DAN ADZAN TERAKHIRNYA


Tentang Islam - Semenjak Rasulullah wafat, Bilal menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: "Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."

Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.

Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: "Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?"

Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih.

Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.

Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal: "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami."
Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup.

Mulailah dia mengumandangkan adzan.
Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan.

Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Rasulullah diantara mereka.
Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat. Adzan yang tak bisa dirampungkan.

Subhanallah...
kisah diatas ini mampu mencampur adukkan perasaan kita.
Mampu membuat kita menitikkan airmata tanda kecintaan kita kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam, sebagaimana cinta kita pula kepada umat Muhammad.
Itulah pentingnya ukhuwah...
karena ukhuwah itu merupakan penanda keimanan kita.
Subhaanallah !

Friday, 15 January 2016

Ya Allah, Betapa Bahagianya Calon Suamiku Itu



Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia merupakan salah seorang Ahlus Suffah yang tinggal di Masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya, tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya dengan agak gugup.
"Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW menyapa.
"Allah bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid.
"Maksudku bukan itu. Kenapa selama ini engkau membujang saja ? Apakah engkau tidak ingin menikah ?" tanya Rasulullah SAW.
Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini adalah seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah ?"
"Asal engkau mau, itu urusan yang mudah !" kata Rasulullah SAW.
Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada seorang wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawa ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.
"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia untuk diberikan kepadamu saudaraku."
Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan buatku."
Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi perkawinan Arab yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.
Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah ?"
Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong ?"
Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai Ayah, kenapa sedikit tegang dengan tamu ini ? Bukankah lebih baik disuruh masuk?"
"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," kata ayahnya.
Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai Ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya. Mereka semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah !" kata Zulfah merasa dirinya terhina.
Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai saudaraku, bukan aku menghalanginya. Tetapi engkau tahu sendiri bahwa anakku tidak mau dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak."
Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama Rasul ?"
Akhirnya Said berkata, "Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah."
Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah tidak berkata bahwa yang melamar ini adalah Rasulullah, kalau begitu segera saja wahai Ayah, kawinkan aku dengan pemuda ini. Karena aku ingat firman Allah dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) diantara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar, dan kami taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung'". (Qs. An Nur : 51)"
Pada hari itu Zahid merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini ia merasakan bahagia yang tiada tara. Segera setelah itu, Zahid pamit pulang. Sampai di masjid ia langsung bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.
"Bagaimana Zahid ?" tanya Rasulullah.
"Alhamdulillah diterima ya Rasul," jawab Zahid.
"Sudah ada persiapan ?"
Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."
Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, 'Ustman, dan 'Abdurrahman bin 'Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.
Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah bersiap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini ?"
Sahabat menjawab, "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengerti ?".
Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, "Wahh,, kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus."
Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang ?"
Zahid menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin !"
Lalu Zahid membaca sebuah ayat yang berbunyi, “Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (Qs. At Taubah : 24).
Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.
Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."
Lalu Rasulullah membacakan Ayat, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(Qs 'Ali Imran : 169-170).
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Qs. Al Baqarah : 154).
Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfah pun berkata, "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."

semua tentang agama islam